Media "Curhat" Islami

Islam is the way of my life

Selamat Jalan Syekh kami As Syahid Imad Iffat..!


Kematian bagi makhluk hidup merupakan sebuah keharusan. Tidak seorangpun dari makhluk hidup yang kekal selamanya. Tetapi kapankah kematian seseorang tiba saatnya?

 

Hanya Allah lah yang Maha Tahu. Waktu kematian sengaja di sembunyikan oleh Allah SWT agar manusia setiap saat mempersiapkan bekal yang akan dibawa nanti.

 

Oleh karena itulah Allah befirman yang artinya:

tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. ( Al A’raf : 34)

 

Pada saat-saat ini, kita berada pada zaman dimana hampir setiap hari kita mendengarkan berita kematian. Sejak mulainya revolusi Tunis, mesir, Libya, yaman dan Syiria. Puluhan ribu orang meninggal dunia. Dengan usia yang bermacam-macam. Ada bayi, ada anak-anak, ada anak muda, ada juga yang sudah tua… dengan demikian kita bisa melihat bahwa kematian tidak mengenal umur. Jika tiba saatnya, maka Malaikat yang ditugaskan untuk mencabut nyawa tidak akan segan-segan melaksanakan tugasnya…

 

Semua orang yang meninggal tidak seorang pun menyangka bahwa kematian akan datang begitu cepatnya. Ia mengira bahwa masih banyak waktu yang tersisa untuk beribadah, tetapi ternyata kematian datang menjemput. Hanya penyesalan lah yang tersisa.

 

Kita juga tidak menyangka bahwa orang yang tadi masih kita lihat dalam sehat, tegar, dan penuh semangat… ternyata besok sudah tiada….

 

Siapa yang menyangka bahwa kita tidak akan bertemu lagi dengan Syekh Imad Iffat, Amin Fatwa mesir, dan juga salah satu syekh azhar yang telah banyak berjasa mengajar kita di mesjid azhar dengan ilmunya yang luas dan  hafal Al Quran dengan 10 qiroaat?

 

Amin Fatwa Dar El Ifta yang menurut salah satu mufti di dar El ifta, Syekh Imad Iffat adalah orang yang tidak pernah berbohong. Beliau adalah orang yang selalu jujur. Ini adalah kesaksian siapa saja yang pernah kenal dengannya.

 

Sebelumnya masih sehat, tegar dan shalat sebagai imam di mesjid yang berada di Lembaga Fatwa tersebut…Tidak seorang pun yang menyangka bahwa ia akan meninggalkan kita untuk selamanya..Semoga Allah memberikan Rahmat serta karunianya kepada Syekh kita As Syahid Imad IFfat Rohimahulloh  wa rodiyallohu Anhu..

 

Mungkin saya, anda atau siapa saja yang membaca tulisan ini akan pergi selamanya dalam waktu dekat. Siapa yang tahu? Siapa yang bisa menjamin bahwa kita masih bisa bangun esok pagi? Mungkin saja kita tidur dan ternyata sudah tidak bangun lagi. Hanya Allah yang Maha Tahu.

Allah berfirman:

(Allah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Al Mulk: 2)

 

 

Ketika seseorang meninggal dunia, maka hal yang pertama yang ia inginkan adalah kembali kedunia, dengan harapan bisa berbuat amal kebajikan. Baik itu seorang mukmin atau mujahid ataupun seorang yang durhaka kepada Allah..

 

Seorang mujahid ketika meninggal dunia, berharap agar bisa di kembalikan kedunia agar ia dapat kembali berjihad dan syahid dijalan Allah SWT, karena ia melihat betapa indahnya balasan yang akan di berikan kepadanya..

 

Orang durhaka juga ingin kembali ke dunia, karena ia melihat begitu dahsyatnya azab yang sedang menunggu..

Tetapi..

Jawaban Allah sangat tegas.:

 

 (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.(Al Mukminun : 99-100)

 

Oleh karena itulah, Rasulullah selalu mengangingatkan kita agar terus mengingat kematian.. Diantara sabda Rasullah SAW adalah:

اكثروا ذكر هادم الملذات

Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (kematian)

 

Mengingat kematian memiliki beberapa manfaat diantaranya:

  1. Mempercepat taubat
  2. Mendapatkan kepuasan hati
  3. Membuat kita semangat untuk beribadah

Adapun orang yang lupa kematian akan dihukum dengan 3 hukuman:

  1. Penunda-nundaan taubat
  2. Tidak akan puas hidup seadanya
  3. Malas-malasan beribadah

Wahai orang-orang yang sombong,!

wahai orang-orang yang tertipu!, ingatlah kematian dan sakaratulmaut.

Wahai putra-putri Adam! Pernahkah kamu memikirkan hari kematianmu?

Pernahkah kamu berfikir tentang perpindahanmu dari tempatmu saat ini (dari dunia yang luas) ke liang lahat yang sempit?. Dari tidur diatas permadani yang lembut, ketempat yang hanya berbantalkan tanah.

 

Wahai orang-orang yang sibuk mengumpulkan harta! Tahukan kamu bahwa kamu tidak akan bisa membawa hartamu keliang kubur kecuali kain kafan? Bahkan kain kafanmu itu dan tubuhmu yang indah akan menjadi tanah..

 

Mana harta yang selama ini kamu kumpulkan? Apakah harta itu bisa menyelamatkanmu dari kematian?

Tidak …sama sekali tidak.. Bahkan, kamu akan meninggalkan harta itu untuk orang yang tidak tahu berterimakasih kepadamu. Sungguh benar orang yang menafsirkan firman Allah SWT:

 

dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qhosos ; 77)

 

dengan tafsir:

Raihlah Akhirat (surga) dengan apa yang Allah anugerahkan untukmu. Karena seorang mukmin yang benar-benar mukmin adalah orang yang mempergunakan dunia untuk meraih Akhirat. Bukan dipergunakan untuk merahi tanah, air, debu, kesombongan dan kecongkakan. Seakan-akan mereka berkata:” Jangan lupa bahwa kamu akan meninggalkan semua hartamu kecuali yang merupakan bagianmu yaitu kain kafan.

 

Sungguh betul apa yang dikatakan penyair:

انظر لمن ملك الدنيا بأجمعها               هل راح منها بغير القطن والكفن

 

Lihatlah orang-orang yang memiliki dunia seluruhnya

Apakah ia pergi (keliang kubur) membawa selain kapas dan kapan?

 

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai seorang mukmin yang selalu ingat kematian. Dan mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa kita semua dan membangkitkan kita bersama para nabi, para rasul, para sahabat dan para ulama yang merupakan pewaris para nabi. AminYa Raabb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 21, 2011 by in Curhat.

Imam Malik berkata:

” Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia telah fasiq, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran”.

Top Rated

Blog Stats

  • 74,998 hits
%d bloggers like this: