Media "Curhat" Islami

Islam is the way of my life

Ilmu Aqidah, Ilmu Fiqh dan Ilmu Tasawwuf


Umar ibnul-Khaththab berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba datang seseorang yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, dan padanya tidak terlihat bekas perjalanan, juga tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Hingga orang tersebut duduk kepada Nabi saw., dan selanjutnya ia menempelkan kedua lututnya kepada lutut Rasulullah, dan meletakkan kedua telapak tangannya ke kedua paha Rasulullah berikutnya ia berkata, “Muhammad, beritahukan kepadaku apa itu Islam?’ Rasulullah menjawab, Yaitu bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji jika mampu.’ Orang itu berkomentar, ‘Engkau benar.’ Mendengar komentarnya itu kami merasa heran, karena dia bertanya tapi kemudian dia sendiri yang membenarkan jawaban atas pertanyaan itu. Orang itu bertanya lagi, ‘Beritahukanlah kepadaku apa itu iman?’ Rasulullah menjawab, ‘Yaitu bahwa engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, Kitab-kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari akhirat, dan mengimani takdir yang baik dan buruk.’ Ia berkomentar, “Engkau benar.’ Ia bertanya lagi, ‘Beritahukan kepadaku apa itu ihsan?’ Rasulullah menjawab, ‘Yaitu bahwa engkau menyembah Allah dengan cara seakan-akan engkau melihat-Nya. Dan, jika engkau tidak melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia melihatmu.’

Dari Hadits tersebut, ulama kita mengambil kesimpulan bahwa Pondasi Agama Islam ada 3:

1. Iman, Ilmu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya adalah Ilmu Aqidah atau Usul Ad din atau Ilmu Kalam.

2. Islam atau Syariat, Ilmu yang dibutuhkan untuk mempelajari syariat adalah Ilmu Fiqh.

3. Ihsan, ilmunya adalah Ilmu Akhlaq (Ulama sejak jaman dahulu menamakannya dengan nama Ilmu Tasawwuf. Jadi Iman, Syariat dan Ihsan sangat berkaitan satu sama lainnya dan tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itulah imam Malik berkata:” Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia telah fasiq, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 19, 2011 by in Curhat.

Imam Malik berkata:

” Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia telah fasiq, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran”.

Top Rated

Blog Stats

  • 74,998 hits
%d bloggers like this: