Media "Curhat" Islami

Islam is the way of my life

ADAB BERPUASA


Allah SWT, mewajibkan puasa ramadhan pada bulan sya’ban tahun ke2 H, yaitu dengan turunnya firman Allah SWT yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al Baqarah : 183)

Rasulullah puasa ramadhan sebanyak 9 kali hingga beliau SAW meninggal dunia pada bulan rabi’ul awwal tahun ke 11 H.

Ayat diatas menjelaskan kepada kita, bahwa Allah mewajibkan puasa ramadhan bagi orang-orang yang beriman dengan tujuan mudah2x mereka menjadi orang-orang yang bertakwa.

Ulama berbeda pendapat tentang puasa yang di wajibkan atas umat islam sebelum turunnya firman allah dalam     surat al baqoroh ayat 183, pada dua pendapat:

Pertama: diwajibkan atas umat islam puasa asyura (10 Muharram) setelah itu di hapus dengan turunnya firman Allah surat al  baqoroh:  183

Kedua: diwajibkan atas umat islam berpuasa 3 hari setiap bulan  (puasa biid) setelah itu di hapus dengan turunnya firman Allah SWT dalam surat al baqoroh: 183

Yang paling rojih adalah pendapat pertama, dengan dalil hadits shahih yang diriwayatkan dari Mu’awiyyah ra, bahwa Rasulullah naik mimbar kemudian bersabada:

إن الله فرض عليكم صيام يومكم هذا في ساعتي هذه

ADAB BERPUASA

1. Berdoa ketika melihat hilal (bulan).

Dianjurkan untuk berdoa ketika melihat hilal setiap bulan, bukan hanya untuk bulan ramadhan. Sebagaimana disebutkan didalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar R.a, bahwa Rasulullah ketika melihat hilal berdoa:

الله أكـــبر, اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام والتوفيق لما تحب وترضي ربنا وربك الله

Rasulullah SAW bersabda”Robbuna warobbuka Alloh”. Artinya: Kamu dan saya adalah hamba Allah. Karena Bulan, matahari disembah. Maka Rasulullah SAW ingin memberitahukan kepada manusia bahwa seluruh makhluq adalah ciptaan Allah SWT. Maka Rasululullah mengatakan, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, maka tidak berhak bagi seseorang untuk menyembah selain Allah. Yang menciptakan kamu adalah allah, yang memunculkan kamu adalah Allah, yang menghiasai kamu adalah Allah, Maka sebagaimana saya ini ciptaan Allah, maka kamu juga ciptaan Allah, maka telah sesatlah orang yang menyembahmu dan telah sesatlah orang yang menyembah selain Allah.

2. Iklas Karena Allah SWT.

Seorang muslim hanya mengharap dengan puasanya tersebut keridhaan Allah semata, didorong oleh keimanan dan mengharap pahala dari Allah. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمْضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni baginya dosa-dosa yang pernah ia lakukan”.[1]

Imanan :” Percaya penuh seluruh janji Allah SWT pada orang-orang yang berpuasa”

Percaya bahwa orang yang perbuasa dengan iman dan berharap pahala dari Allah akan diampuni dosanya.

Percaya bahwa disurga ada pintu khusus bagi yang berpuasa sesuai dengan sabda rasulullah:

حدثنا خالد بن مخلد حدثنا سليمان بن بلال قال حدثني أبو حازم عن سهل رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال أين الصائمون فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد.

Rasulullah saw. brsbda: Ssungguhnya di dlm surga itu trdpt pintu yg bernama Rayyan. Orang2 yg berpuasa akan msuk lwt pintu itu pd hari kiamat. Tidak ada orang selain mereka yang masuk bersama mereka. Ditanyakan: Di mana orang2 yang puasa? Kemudian mereka masuk lewat pintu tersebut dan ketika org yg terakhir dari mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup kembali dan tidak ada org yg akan masuk lwt pintu itu.

Seorang yang berpuasa haruslah percaya dan beriman kepada  seluruh hadits dan ayat qur’an yang berbicara tentang puasa ramadhan.

Ihtisab: artinya Ikhlas hanya karena Allah semata. mengharap pahala dari Allah dari Allah semata. Bukan karena ingin di puji orang lain (riya).

وقال الخطابي :” احتسابا ” أي : عزيمة ، وهو أن يصومه على معنى الرغبة في ثوابه ، طيبة نفسه بذلك ، غير مستثقل لصيامه ، ولا مستطيل لأيامه” .

3. Berniat pada malam harinya untuk puasa wajib.

Adapun dalam puasa sunnah boleh berniat ketika siang hari. Karena ada hadits shahih yang menyatakan bahwa rasulullah bertanya kepada isteri-isterinya:” apakah ada makanan?”. Jika istrinya menjawab tidak ada, maka rasulullah berkata:” Jadi saya puasa”. Adapun dalam puasa wajib, harus berniat dimalam harinya dengan dalil hadits Rasulullah SAQ:

حديث حفصة رضي الله عنهاقالت:”لا صيام لمن لم يجمع قبل الفجر”.

حديث ابن عمر قال:” لا صيام لمن لم يبيت النية بالليل”.

حديث حفصة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم قال:” :” لا صيام لمن لم يبيت الصيام من الليل”.

Maksud berniat bukan berarti mengucapkan:” nawaitu souma godin ‘an adai fardi syahri romadona….”. tetapi cukup didalam hati, bahkan cukup dengan makan sahur sudah termasuk niat puasa.

4. Memperbanyak sedekah dibulan ramadhan.

Sedekah dianjurkan meskipun di selain bulan ramadhan, tetapi di bulan ramadhan lebih di anjurkan lagi. Kenapa?

Rasulullah bersabda:

الصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار  (حديث الترمذي وحسنه)

Sedekah dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api” (Hadist riwayat At-Tirmidzi)

Maka jika seseorang terlanjur berbuat dosa kepada Allah swt, hendaklah memperbanyak sedekah karena banyak sedekah akan dapat menghapuskan dosa. Juga sedekah akan menjadi naungan di hari kiamat. Sedekah juga akan menjadi pelindung nanti nya dari api neraka, sebagaimana  sabda rasulullah SAW:

اتقوا النار ولو بشق تمرة فمن لم يجد فبكلمة طيبة(البخاري)

“Takutilah api neraka itu (yakni selamatkanlah dirimu dari api neraka), walaupun dengan bersedekah setengah butir kurma. Jika kamu tiada dapat berbuat demikian, maka dengan perkataan yang baik.”

Itu semua diluar bulan ramadhan, bagaimana dengan bulan ramadhan? Pahala sedekah dilipat gandakan oleh Allah di bulan Ramadhan. Oleh karena itulah Rasulullah memperbanyak sedekan dibulan suci ini.

كان النبي صلي الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة (رواه البخاري)

Maksudnya: bahwa Rasulullah SAW memperbanyak sedekah dibulan ramadhan, bahkan sedekahnya lebih banyak dari tetetas air hujan (mubalaghah dengan maksud banyak sekali). Oleh karena itulah setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah mengikuti Rasulullah SAW.

5. Menyegerakan berbuka puasa.

Rasulullah menyuruh kita untuk menyegerakan berbuka, jika matahari telah benar-benar terbenam dan waktu berbuka telah benar-benar tiba, berbukalah. Jangan mengikuti orang-orang yang mengatakan:” kita tunggu 1/4 jam, 10 menit atau 5 menit”. Atau orang-orang yang ketika azan magrib terdengar, ia berkata:” kita tunggu hinggal hayya ‘ala as shalah”. Tetap hanya dengan mendengar Allohu Akbar berbukalah. Dalil.  Hadits Rasulullah yang berbunyi:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ (أخرجه البخاري و سلم:من حديث سهل بن سعد رضي الله عنه)

Manakah lebih baik, orang yang ketika azan, berkata:” kita tunggu 10 menit hingga benar-benar waktu berbuka jelas tiba” ataukah orang yang ketika mendengar azan langsung berbuka?

Yang kedua lebih baik karena mengikuti sunnah Rasulullah.

Soal lain:  Apa hubungan Al Khoiriyyah (kebaikan) dengan penyegeraan berbuka?

Apakah jika mereka tidak menyegerakan berbuka akan berkurang kebaikan mereka? Jawab:” ya”.

Hubungan atara kebaikan dengan penyegeraan berbuka adalah:

Menyegerakakan berbuka artinya mengutamakan sunnah Rasulullah dari pada akal sendiri. Dan tidak menyegerakan berbuka artinya mengutamakan akal daripada sunnah rasulullah.

Karena akal mengatakan:” Saya tunggu 15 menit hingga waktu berbuka benar-benar tiba, baru saya berbuka. Itulah lebih baik”.

Maka dengan menyegerakan berbuka berarti kita telah mengikuti sunnah rasulullah SAW, dan mengutamakan sunnah tersebut daripada akal dan hawa nafsu kita. Maka kita akan terus berada dalam kebaikan insya Allah.

6. Berbuaka pausa dengan kurma, kalau tidak ada maka dengan air sebelum shalat magrib.

Dalil, hadits rasulullah :

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: (كان النبي – صلى الله عليه وسلم – يفطر على رطبات قبل أن يصلي، فإن لم يكن رطبات فتمرات، فإن لم يكن تمرات حسا حسوات من ماء) [ صحيح أبي داود .[

Daripada Anas r.a. :“Sesungguhnya Nabi berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah dan segar yang baru dipetik dari pokok) sebelum solat Maghrib, kalau tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering), jika tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih.” (Hadis riwayat Abu Daud dan at-Tirmizi).

Rasulullah SAW berbuka terlebih dulu dengan kurma sebelum shalat magrib kalau tidak ada dengan kurma kering, kalau tidak ada baru dengan air. Jadi Rasulullah tidak langsung makan malam. Mungkin disini ada pertanyaan. Apakah ada perbedaan berbuka dengan kurma dengan berbukan dengan makanan lainnya dalam ilmu kedokteran modern?
Orang yang berbuka dengan makan selain kurma kemudian langsung makan malam yang banyak, terjadi padanya tiga hal:

  1. Makan banyak tapi ngak merasa kenyang
  2. Merasa berat untuk Qiyamul lail hingga ia tidak merasa kelezatan dan kekhusu’an ketika shalat.
  3. Ia terakhirkan shalat magrib.

Makan banyak tapi ngak merasa kenyang
Karena makanan biasa, hanya akan menyerap kira-kira 2 jam setelah makan. Itu artinya ia akan merasakan kenyang setelah 2 kemudian. Adapun kurma, ketika di telan, maka ia akan langsung diserap oleh tubuh, bahkan sebelum sampai perut ia sudah habis serap oleh tubuh.

Beberapa kajian kedokteran dan sains menunjukkan bahawa kurma memberikan banyak manfaat untuk kesihatan fizikal mental dan kerohanian.

Maka, ketika seorang yang berpuasa mulai berbuka maka organ-organ tubuhnya akan bersiap; dan organ pencernaan mulai berakivitas kembali, khususnya lambung yang butuh untuk diberikan sesuatu yang lembut, dan memulai mengakifkan kerjanya kembali dengan halus. Dan orang yang sedang berpuasa, pada keadaan ini, sangat butuh akan makanan yang mengandung gula yang mudah dicerna, yang bisa menghilangkan rasa lapar, persis seperti ia butuh akan air.

Dan nutrisi makanan yang tercepat bisa dicerna dan sampai ke darah adalah zat gula, khususnya makanan yang mengandung satu atau dua zat gula (glukosa atau sukrosa). Sebab tubuh mampu menyerap dengan mudah dan cepat zat gula itu hanya dalam beberapa menit. Apalagi jika lambung dan perut sedang kosong, seperti orang yang berpuasa ini.

Andai anda mencari makanan yang bisa menyamai dua kandungan yang dituju ini secara bersama (menghilangkan lapar dan dahaga secara bersamaan dengan satu makanan), maka anda tidak akan pernah menemukan makanan itu lebih baik daripada apa yang disuguhkan oleh sunnah nabawiyah, dimana sunnah memotivasi orang yang berpuasa untuk membuka puasanya dengan zat gula manis sekaligus kaya akan air (ruthab) atau pun tamar (kurma matang).

Berdasarkan penelitian bio-kimia, ditemukan bahwa satu bagian kurma yang kita makan sama dengan 86 – 87 % air beratnya; mengandung 20 – 24 % air; 70 – 75 % gula; 2 – 3 % protein; 8,5% serat; sangat kecil sekali kandungan lemak jenuh (lecithine).

Berdasarkan penelitian tersebut, juga ditemukan bahwa ruthab (kurma mengkel) mengandung 65 – 70 % air berdasarkan berat bersihnya; 24 – 58 % zat gula; 1,2 – 2 % protein; 2,5 % serat, dan sedikit sekali mengandung lemak jenuh (lecithine).

Berdasarkan penelitian kimiawi dan fisiologi yang dilakukan Dr. Ahmad Abdul Ra’ouf Hisyam dan Dr. Ali Ahmad Syahhat, diperoleh data sebagai berikut:
Mengkonsumsi ruthab (kurma mengkel, masih segar, matang dipohon) atau tamar (kurma matang kering seperti yang tersebar di Indonesia -pent) setiap kali mengawali buka akan menambah terhadap badan persentase yang besar akan kandungan zat gula, maka dengan ini akan hilang penyakit anemia (kurang darah), sehingga tubuh lebih menjadi bergairah;
Saat lambung kosong dari makanan, maka ia akan mudah mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula ini secara cepat dan maksimal;
Sesungguhnya kandungan ruthab dan tamar akan zat gula dalam bentuk kimia sederhana menjadikan proses mencerna dan menyerap di lambung sangat mudah, sebab 2/3 (dua per tiga) zat gula ada dalam tamar dan dalam bentuk zat kimia sederhana. Hal ini pun bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat;
Sesungguhnya adanya tamar yang mengandung air, dan ruthab yang mengandung air tinggi (65 – 70 %) akan menambahkan terhadap tubuh persentase yang tidak membahayakan, maka dengan itu seorang yang berpuasa tidak harus meminum air dalam jumlah banyak ketika berbuka. (Abm).

Manusia pada umumnya merasakan sesuatu yang aneh pada waktu puasanya. Orang yang berpuasa akan tetap merasakan kenyang hingga zuhur (bagi yang makan sahur), zuhur (setelah kira-kira 6jam) perut sudah kosong, saat itulah kita merasakan lapar sekali (1 atau 2 jam atau 3jam lamanya).  Setelah itu kita merasakan bahwa lapar telah reda, seakan-akan kita sudah kenyang. Itu akan terus berlangsung hinggal 1 jam sebelum magrib. Setelah itu kita merasakan sedikit pusing atau lelah. Apa sebenarnya yang terjadi???

Seseorang yang makan sahur, akan merasakan kenyang hingga kira-kira 6 jam. Setelah perut kosong, ia mengirimkan sinyal ke otak minta makanan. Otak berusaha merayu kita agar makan, tetapi kita tidak bisa karena masih puasa ini terjadi kira-kira satu sampai dua jam. Otak memudian menberikan isyarat ke perut bahwa tidak ada makanan dan tidak akan di kirim makanan kecuali magrib. Perut kemudian minta pengganti. Otak mengeluarkan perintah kepada lemak yang ada di bawah kulit untuk menjadi pengganti makanan. Saat itulah kita tidak terlalu merasakan laper seperti sebelumnya. Ini bertahan hingga 1 jam menjelang magrib. Saat itu, zat gula yang dibawa oleh darah ke otak berkurang, saat itulah otak merasa lelah dan capek sedikit. Kenapa? Karena otak tidak menyerap kecuali zat-zat gula dengan segala macamnya. Karena itulah ulama-ulama kita dahulu mengatakan:” siapa yang ingin ingatannya kuat, hendaklah makan kismis”. Karena kismis memiliki zat gula yang tinggi. Maka tatkala kita berbuka dengan kurma, dalam waktu 5 sampai 6 menit otak akan merasakan zat gula kembali, dan kita pun merasakan semangat muncul kembali. Ini semua merupakan berkah sunnah nabawiyyah.

7. Menghindari hal-hal yang terlarang seperti berbohong, mengadu-domba, mencaci orang lain, ghibah, dan sebagainya. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

فعن ابي هريرة رضي الله عنة عن الرسول صلى الله عليه وسلم قال((من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس

لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه)) (أخرجة البخاري)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.a dari Rasulullah SAW, Ia bersabda :” Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (bohong) dan beramal dengannya, maka Allah tidak butuh kepada usahanya dalam meninggalkan makan dan minumnya.” (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari: 4/116).

Juga wajib baginya menghindar dari segala sesuatu yang diharamkan, Tangannya tidak dipergunakan untuk mengambil sesuatu yang haram, kakinya tidak melangkah ketempat yang haram, ia tidak memakan kecuali yang halal.

Tujuan puasa bukanlah bukanlah menahal lapar dan dahaga, tetapi tujuannya adalah apa yang dihasilkan oleh keduanya, yaitu menaklukkan sahwat dan hawa nafsu. Oleh karena itulah Rasulullah SAW bersabda :

رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ورب قائم لس له من قيامة إلي السهر (أخرجه أبن ماجة من

حديث أبي هريرة)

Orang yang berpuasa adalah orang perutnya berpuasa dari makanan, panca indranya berpuasa dari dosa, dan lisannya dari kata-kata kotor, matanya dari hal-hal yang haram, pendengarannya dari hal-hal yang haram, kemaluannya dari hal-hal yang terlarang. Maka ketika ia berbicara, ia tidak berbicara dengan sesuatu yang dapat mengurangi nilai puasanya, ketika ia mengerjakan sesuatu, ia tidak mengerjakan sesuatu yang dapat merusak puasanya. Kata-katanya akan selau bermanfaat dan perbuatannya merupakan amal shaleh.

Seorang penyair berkata:

إذا لم يكم في السمع مني تصاون

وفي بصري غض وفي منطقي صمت

فحظي إذا من صومي الجوع والظما

فإن قلت إني صمت يومي فما صمت

Jabir bin Abbillah R.a menjelaskan hakikat puasa :

إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمآثم, ودع أذي الجار, وليكن عليك وقار وسكينة يوم صومك, ولا تجعل صومك ويوم فطرك سواء

8. Berdoa ketika berbuka. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW

عن ابن عمر أيضا أن النبي صلي الله عليه وسلم إذا أفطر قال: ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله[2]

9. Memperbanyak bacaan Al Qur’an

Juga merupakan sunnah yang harus kita ambil pelajaran dari Rasulullah, yaitu kehidupan beliau bersama Al Qur’an. Rasulullah SAW membaca alqur’an dan jibril mendengarkannya atau jibril alaihi as salam membaca Al Qur’an dan rasulullah mendengar selama bulan ramadhan. Bulan Ramadhan Adalah bulan Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya:”(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Bulan ini adalah bulan qur’an, dan perhatian rasulullah SAW terhadap al-quran adalah melebih dari segalanya. Karena Al Qur’an adalah mu’jizat abadi yang Allah turunkan untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Dan pembeda antara yang haq dan yang bathil, yang kekal sampai hari kiamat. Rasulullah bersabda :

تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا أبدا كتاب الله وسنتي

Artinya:” Telah aku tinggalkan untuk mu sesuatu yang apabila kamu berpegang teguh padanya, kamu tidak akan pernah sesat selamanya, Kitabullah (al Qur’an) dan Sunnahku.

Rasulullah menjadikan sebaik2x waktunya di bulan ramadhan untuk Alqur’an, oleh karena itulah ketika Aisyah Ra.ditanya sebagaimana yang di sebutkan didalam hadits muslim…

كيف كانت خلقه صلي الله عليه وسلم؟ قالت : خلقه القرآن

Artinya:” Bagaimana Akhlah Rasulullah? Aisyah Ra menjawab:” Akhlaqnya Al Qur’an”.

.

Kehidupan rasulullah SAW dengan Al Qur’an bukan hanya membaca, tetapi lebih dari itu, dengan tafakkur, tadabbur, dan kemudian di di laksanakan didalam kehidupan sehari2x.

Didalam sebuah hadits (disebuktkan oleh banyak mufassirin didalam tafsir mereka) diriwayatkan bahwa Bilal bin Rabah datang kemesjid waktu subuh, ia mendengar Rasulullah membaca firman Allah SWT:

Artinya:” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran : 190-191).

Kemudian Rasulullah berkata kepada BIlal bin Rabah:” Telah turun kepadaku banyak ayat, celakalah orang-orang yang membacanya sedang ia tidak memikirkannya”.

Banyak diantara salaf as sholeh, menganggap bahwa ramadhan adalah bulan Al Qur’an, dan tidak bisa di ganggu oleh selainnya meski sebesar apapun derajat ilmu. Imam malik contohnya, ketika ramadhan tiba, beliau berhenti berfatwa, berhenti mengajar . Ia kemudian membaca Al Qur’an dan berkata:” ini adalah bulan al quran”.

Ibnu Hajar Al Asqolani rohimahullah ketika menulis profil Imam bukhori, ia mengatakan bahwa imam Bukhori menghatamkan al qur’an di bulan ramadhan 60 kali (1 kali di malam hari dan satu kali di siang hari).

Tetapi apakan ini sunnah? Disana banyak pendapat..

Tetapi yang jelas, sunnah rasulullah adalah tidak boleh mengkhatamkan al qur’an kurang dari 3 hari, sebagaimana sabda Rasulullah:

وقال: ” لم يفقه من قرأ القرآن في أقل من ثلاث (أخرجه أبو داود (1394)، والترمذي (2950) من

حديث عبد الله بن عمرو، وإسناده صحيح)

يقول: (اقرؤوا القرآن في سبع ولا تقرؤوه في أقل من ثلاث)[3]

Saya menyebutkan kisah ini hanya sebagai bukti bahwa salaf as shaleh sangan memperhatikan bacaan al qur’an di bulan ramadhan.

10. Memperbanyak doa selama berpuasa (sejak pagi hingga magrib)

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلي الله عليه وسلم قال: ثلاثة لا ترد دعوتهم: الصائم حتي يفطر والإمام العادل ودعوة المظلوم (رواه الترمذي وقال حسن صحيح وابن ماجة وأحمد)

Artinya:” dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Tiga (golongan) permintaannya tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa hingga berbuka, Pemimpin yang adil dan Doa orang yang terzolimi (HR. Tirmidzi (hasan shahih) dan Ibnu Majah dan Ahmad).

11. Makan Sahur

Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Bersahurlah ; karena di dalam santap sahur itu terdapat barakah.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari IV: 139 no:139 no:1923, Muslim II : 770 no:1095, Tirmidzi II: 106 no: 703, Nasa’i  IV:141 dan Ibnu Majah I: 540 no:1690).

Sahur, dianggap sudah terealisir, walaupun, berdasar hadits dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Rasulullah saw.  bersabda, “Bersahurlah, walaupun sekedar setegukan. “(Shahi: Sahihul Jami’us no:2945 dan Sahih Ibnu Hibban VIII : 224 no:884).

Dianjurkan  mengakhirkan  santap sahur, sebagaimana ditegaskan dalam hadits, dari Anas dari Zaid bin Babit r.a. ia berkata: Kami pernah bersantap sahur bersama Nabi saw. , kemudian beliau mengerjakan shalat, lalu aku bertanya (kepada Beliau), “Berapa lama antara waktu adzan dengan waktu sahur?” Jawab Beliau, “Sekedar membaca lima puluh ayat. “(Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari IV: 138 no 1921, Muslim II : 771 no:1097, Tirmidzi II: 104 no: 699, Nasa’i IV: 143 dan Ibnu Majah I:540 no:1694).

اَلسَّحُوْرُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ اْلمُتَسَحِّرِيْنَ

“Semua makan sahur adalah berkah maka janganlah kalian meninggalkannya sekalipun dengan meneguk air, sesungguhnya Allah dan para malaikatnya berdo’a bagi mereka yang makan sahur”.

Keberhakahan sahur kembali pada tiga faktor:

1.  Menghipkan sunnah Rasulullah dan keberkahan sunnah tidak bisa ditandingi apapun.

2.  Waktu itu adalah waktu turunnya Allah ke langit dunia, Ia kemudian berfirman:” apa kaha ada yang memohon sesuatu niscaya akan aku kabulkan? Apakah ada orang yang minta ampun niscaya aku ampuni? Maka jika kita sahur, berzikir dan mohon ampun kepadanya, niscaya kita akan di ampuni oleh Allah SWT.

3.  Makan sahur akan membantu kita sewaktu puasa di siang hari.

Di antara keutamaan makan sahur adalah sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:

فَصْلُ مَابَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ اْلِكتَابِ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur”.

Bersahur dengan kurma sebagaimana sabda Rasulullah

نِعْمَ سَحُوْرِ اْلمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“Sebaik-baik sahur seorang mu’min adalah kurma”.

Juga disunnahkan untuk menterakhirkan sahur sebagaimana sabda Rasululah:

إنا معشر الأنبياء أمرنا بتعجيل فطرنا وتأخير سحورنا وأن نضع أيماننا علي شمائلنا في الصلاة

12. Makan tidak terlalu kenyang. Karena makan terlalu kenyang akan menyebabkan malas untuk beribadah, tidak akan merasakan kekhusu’an ketika shalat taraweh.

وفي حكمة لقمان : يا بني ، إذا امتلأت المعدة نامت الفكرة ، وخرست الحكمة ، وقعدت الأعضاء عن العبادة  وقال سحنون[4] :”لا يصلح العلم لمن يأكل حتى يشبع” .

Dalam hadits Rasulullah disebutkan:

(ما ملأ آدمي وعاء شر من بطنه حسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه فإن كان لا محاله فثلث لطعام وثلث للشراب وثلث للنفسه) (رواه التردذي)

13. Seorang muslim hendaknya berusaha menjamu orang lain untuk berbuka dengan dirinya, telah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجر فاعله عير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا (رواه الترمذي وقال حسن صحيح)

Barang siapa yang memberikan orang yang sedang berpuasa makanan untuk berbuka puasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala (orang yang berpuasa tersebut), tanpa mengurangi sedikitpun pahal ornag yang berpuasa tersebut

14. Shalat malam dan berusaha untuk terus berjama’ah

Rasulullah bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مع الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ»(٥٢- أخرجه أبو داود: (2/105)، والترمذي: (3/169)، والنسائي: (3/202، 203)، من حديث أبي ذر الغفاري رضي الله عنه، وصححه الألباني في صحيح أبي داود: (1375) وصحيح الترمذي: (806)

15. Membayar Zakaf Firah

Penutup (doa)

اللهم وفقنا لصيام هذا الشهر وقيامه إيمانا واحتسابا (3)

اللهم اغفر لنا ذنوبنا, وإسرافنا في أمرنا, وثبت أقدامنا وانصرنا علي القوم الكافرين.

وصلي الله علي محمد وعلي آله وأصحابه أجمعين


[1] HR. Bukhori wa Muslim

[2] هذا الحديث رواه أبو داود والحاكم وصححه

[3] ذكره ابن حجر في الفتح 9/ 97 وقال هو عند سعيد ابن منصور بإسناد صحيح

[4] Imam besar berasal dari Tunisia, lahir di Kairawan tahun 161 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 22, 2010 by in Kultum.

Imam Malik berkata:

” Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia telah fasiq, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran”.

Top Rated

Blog Stats

  • 74,998 hits
%d bloggers like this: