Media "Curhat" Islami

Islam is the way of my life

Hakikat Tauhid


Judul buku                              : Hakikat Tauhid

Pengarang                             : Dr. Yusuf Qordhowi

Penerbit                                 : Wahbah Kairo

Jumlah Halaman                   : 96

IMAN

Iman kepada Allah yang diapresiasikan dengan ketaatan dan ibadah kepadanya merupakankan ruh agama-agama samawi yang juga merupakan ruh agama islam serta sumber dari pada seluruh akidah yang ada didalamnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qur’an dan hadits nabi Muhammad SAW.

Ketika Al-Quran berbicara tentang rukun-rukun iman dan hal-hal yang berhubungan dengannya, Allah meletakkan Iman kepadanya berada pada urutan pertama, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:

Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Qs. Albaqoroh)

Didalam buku ini Penulis menjelaskan bahwa Islam tidak menjadikan keimanan terhadap adanya Allah sebagai pokus perhatian utama tetapi mentauhidkan Allah adalah focus utama. Yang paling utama adalah menjelaskan bahwa seluruh makhluk langit dan bumi memiliki pencipta, yang mengatur segalanya, yang memberikan rezki. Dialah Allah, satu-satunya yang berhak untuk sembah. Sebagaiman firman Allah yang artinya :

 102.  (yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah Dia; dan dia adalah pemelihara segala sesuatu.

103.  Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan dialah yang Maha halus lagi Maha Mengetahui.

 Perhatian yang luar biasa terhadap tauhid memiliki alasan yang kuat. Itu dikarenakan Bangsa Arab dan Bangsa lain baik itu Yahudi maupun Nasrani tidak mengingkari adanya Allah tetapi mereka menjadikan makhluk ciptaan Allah sebagai tuhan yang mereka sembah sebagaimana mereka menyembah Allah. Arab Menyembah Berhala sebagai perantara kepada Allah, Yahudi menjadikan ‘Uzair sebagai anak Allah yang mereka sembah, Nasrani mengangkat Nabi Isa bin Maryam sebagai tuhan dan lain sebagainya.

             Kemudain untuk membuktikan keEsaan Allah, Dr, Yusuf Qordhowi didalam buku ini memberikan 3 dalil pembuktian. Pertama : Dalil Fitrah, karena secara fitrah manusian mengakui keEsaan Allah. Kedua: dalil Akal yaitu dengan mengamati seluruh ciptaan Allah dilangit maupun bumi. Dan ketiga adalah: dalil Naql yang diambil dari nash Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad.

 PEMBAGIAN TAUHID

Tauhid dibagi menjadi 2 bagian dan keduanya tidak bisa dipisah-pisahkan :

  1. Tauhid I’tiqody ‘Ilmy atau dalam Istilah Al-Mutaakhirin disebut tauhid Ar-Rabubuyyah. Yaitu Keyakinan bahwa Allah adalah Pencipta dan penguasa alam semesta, pengatur segalanya, pemberi rizki, pemberi manfaat dan mudharat. Tak seorang pun yang menolak tauhid rabubiyyah kecuali komunisme dan agama lain yang memang tidak mengakui adanya tuhan. Sikap tidak mengingkarai nin dijelaskan oleh Allah sebagaimana firman Allah di dalam Surat Al- Ankabut: 61, surat Al-‘Ankabut: 63, dan surat Al-Mukminun: 83-89.
  2. Tauhid ‘Amaliy Suluky atau dalam istilah Al-Mutaakhirin disebut tauhid Uluhiyyah. Yaitu keyakinan bahwa Allah Adalah satu-satunya tuhan yang berhak disembah, tidak ada sesuatu yang berhak disembah selain Allah baik dibumi maupun di langit. Keyakinan inilah yang di tentang mati-matian oleh Bangsa Arab penyembah berhala, Nasrani, Yahudi, Majusi dan penyembah berhala lainnya.

 Dengan apakah Tauhid ini bisa terwujid ?

Tauhid ini bisa terwujud dengan tiga hal:
a.    Ikhlas hanya beribadah kepada Allah.

b. Ingkar terhadap thagut dan membebaskan diri dari para pengikut dan penyembahnya ( Thagut diambil dari kata Thugyan artinya melampaui batas. Ulama salaf berbeda pendapat terhadap penafsiran Thagut. Pertama: menurut Umar bin Khattab thagut adalah Syaithon. Kedua: menurut Jabir adalah Para dukun karena ayat ini turun terhadap mereka. Ketiga: pendapat Imam Malik bahwa Thagut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah. Ibnu Qoyyum menjelaskan bahwa Thagut adalah ketaatan yang berlebihan dan menyebah kepada selain Allah).

c.   Menjauhkan diri dari Syirik serta berhati-hati terhadapnya.

 SYIRIK

Defenisi Syirik adalah menjadikan sesuatu sekutu bagi Allah dalam hal-hal yang merupakan hak prerogative Allah. Seperti menyembahnya, menaaatinya atau meminta perlindungan kepadanya dan sebagainya yang ksusus milik Allah semata.

Inilah yang disebut dengan syirik akbar, amal ibadah pelakunya tidak akan diterima oleh Allah sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.(QS. Al-Kahfi :110)

 Allah juga tidak akan mengampuni dosanya, sebagaimana firman Allah SWT

 Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar (QS. Al-Baqoroh).

 Dan Allah mengharamkan surga atasnya dan tempatnya adalah di neraka, sebagaimana firman Allah SWT :

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun (QS. Al-Maidah: 72).

 PEMBAGIAN SYIRIK

            Dalam bab ini Dr. Yusuf Qordhowi membagi syirik menjadi dua bagian yaitu syirik akbar dan syirik asghor. Kemudian syirik akbar  dibagi lagi menjadi dua yaitu jelas (Jaliyyun) dan tersembunyi (Khofiyun). Diantara contoh Syirik akbar tetapi tersembunyi adalah berdoa kepada mait, meminta bantuan pada kuburan dan lain sebagainya.

            Syirik ini di tersembunyi disebabkan oleh dua perkara:

  1. Karena manusia tidak memasukkan berdoa pada kuburan, meminta sesuatu pada mayit atau minta pertolongan kepadanya masuk dalam kategori ibadah. Karena ibadah menurut mereka hanyalah sujud, ruku’, sholat dan puasa saja padahal inti dari pada ibadah itu adalah berdoa.
  2. Mereka mengatakan:” kami tidak menyembah mereka tetapi kami hanya menjadikan mereka sebagai wasilah (perantara) antara kami dan allah”. Padahal Arab jahiliyyah dulu juga menyembah berhala adalah sebagai perantara antara mereka dan Allah. Sebagaimana firman Allah didalam surat Az-Zumar Ayat : 3). Terus apa bedanya antar mereka dan para penyembah berhala?.

Dan diatara contoh syirik akbar adalah menjadikan selain allah sebagai musyri’. Atau dalam ungkapan lain, memberikan wewenang kepada seseorang atau sebuah kelompok untuk membuat hukum dan perundang-undangan, mereka yang menentukan yang halal dan yang haram dan membuat metode serta pemikiran yang kesemuanya itu dengan tanpa seizin Allah sebagaimana yang telah dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Allah berfirman :

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS. Qt Taubah :31)

Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

Rasulullah SAW telah menafsirkan ayat ini kepada ‘Ady bin Hatim At-Thoi yang ketika jahiliyyah beragama nasrani. Tatkala ia memeluk islam Rasulullah membacakan ayat ini kepadanya. Ia bertanya:” Tetapi mereka tedak menyembah mereka (para rahib)?. Rasulullah menjawab:” Bener! Tetapi mereka (para rahib) mengharamkan bagi mereka yang halal dan menghalalkan bagi mereka yang haram. Kemudian mereka mengikutinya. Itulah bentuk dari ibadah mereka terhadap para rahib.


Syirik Asghor

            Selain syirik Akbar ternyata ada juga syirik Asghor. Meskipun syirik asghor ini tidak sampai derajatpada pada kekafiran tetapi posisinya diatas dari pada dosa-dosa besar seperti mencuri, berzina dan lain sebagainya.

Diantara bentuk-bentuk syirik asghor adalah bersumpah atas nama makhluk, menggantungkan azimat, Ruqyah kecuali ruqyah syar’iyyah. Ulama sepakat bahwa ruqyah syar’iyyah adalah ruqyah yang memenuhi tiga syarat yaitu pertama: ruqyah dengan kalamullah, atau dengan nama serta sifat-sifat Allah, kedua: ruqyah dengan bahasa arab yang bisa di fahami, ketiga: Tidak boleh ada keyakinan bahwa ruqyah memiliki pengaruh tetapi pengaruh hanya datang dari Allah. Contoh lain dari Syirik Asghor adalah praktek  sihir, Tanzim, pelet, pedukunan, bernazar atas nama selain Allah, penyembelihan atas nama selain Allah dan lain sebagainnya.

 

ISLAM MENUTUP SEMUA SARANA YANG MENJURUS KEPADA SYIRIK

            Islam datang dengan membawa risalah tauhid serta memerangi syirik akbar maupun syirik asghor, bahkan menutup seluruh pintu maupun sarana yang dapat menjerumuskan seseornag kepada kesyirikan diantaranya:

  1. Larangan mengagungkan rasululah secara berlebihan.
  2. Larangan mengagungkan As Sholihin secara berlebihan.
  3. Larangan mengagungkan kuburan baik itu menjadikannya mesjid, sholat diatasnya, membangun bangunan diatasnya, menulis sesuatau diatasnya, meninggikannya, atau menjadikannya tempat hari raya. (maksudnya menjadikannya tempat berkumpul maupun duduk bersama).
  4. Larangan meminta berkah pada pohon, batu dan lain sebagainya karena berkah hanya datang dari Allah SWT.

 

PENGARUH TAUHID DAN SYIRIK DIDALAM KEHIDUPAN

Pengaruh Tauhid

Pada bab terakhir dari buku ini penulis menjelaskan bebeapa pengaruh tauhid yang ikhlas kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya:

1.            Tauhid membebaskan manusia, artinya Tauhid membebaskan manusia dari penyembahan terhadap sesuatu yang tidak berhak untuk disembah, membebaskan akal dari khurofat-khurofat, membebaskan kehidupannya dari belenggu Fir’aun dan antek-anteknya yang tidak berhak disembah.

2.   Tauhid merupakan sumber keamanan bagi diri manusia. Sesorang yang benar-benar memiliki tauhid yang benar maka ia akan terbebas dari ketakutan-ketakutan dunia yang dialami oleh orang-orang musyik dan kafir seperti takut tidak mendapatkan rizki, takut terhadap kematian, takut kehilangan keluarga dan anak-anak, takut terhadap manusia, takut terhadap jin dan takut akan kehidupan setelah mati. Orang mukmin yang  memiliki tauhid yang benar yakin bahwa semua itu adalah datang dari Allah sehingga ia akan tenang dan tidak merasakan ketakutan sama sekali. Karena ketakutan hanyalah terhadap Allah pencipta alam semesta.

Pengaruh Syirik

            Adapun bahasa serta pengaruh syirik didalam kehidupan adalah sebagai berikut:

1.        Syirik adalah penodaan terhadap kemanusian. Karena Allah SWT telah menciptakan manusia sebaik-baik ciptaan serta memuliakannya, mengajarkannya seluruh nama-nama, menciptakan untuknya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi, memberikan kepadanya akal agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta menjadikannya berkuasa atas makhluk ciptan lainnya. Maka menyembah batu, matahari, bulan dan makhluk alinnya merendahkan martabat kemanusiaan.

2.        Syirik adalah sarang dari pada kebathilan dan khurofat. Karena ia berkeyakinan bahwa ada tuhan selain Allah seperti planet, jin dan lain sebagainya. Yang kemudian tersebarlah praktek perdukunan, sihir, tanzim dan mereka semua mengaku mengetahui yang ghaib.

3.        Syirik adalah kedzaliman yang besar.

4.        Syirik adalah sumber dari pada ketakutan sebagaimana firman Allah didalam surat Ali Imran Ayat : 151).

5.        Syirik akan mengantarkan seseorang kepada kehidupan yang kekal abadi di dalam neraka sebagai mana sabda Rasulullah SAW:” Barang siapa yang bertemu Allah (meninggal dunia) Dalam keadaan menyekutukan Allah (maka ia akan) masuk neraka. Wallohu A’lam.


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 20, 2008 by in Ringkasan Buku2x Islam.

Imam Malik berkata:

” Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia telah fasiq, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran”.

Top Rated

Blog Stats

  • 74,998 hits
%d bloggers like this: