Media "Curhat" Islami

Islam is the way of my life

Sang Raksasaku, Bangkitlah!


Hari rabu 28 November 2007, setelah pulang kulliyah saya duduk di depan computer sekedar melepas penat (capek) sambil membaca berita. Saya sangat kaget ketika membaca email dari seorang teman dari Damaskus yang menceritakan tentang keadaan TKW/TKI disana serta penghinaan bangsa lain terhadap warga Negara Indonesia.

Damaskus (Syiria), Negara kecil yang berbatasan dengan Negara Israel, Palestian dan Iran tersebut ternyata telah menampung lebih dari 45.000 tenaga kerja Indonesia. Belum lagi tenaga kerja yang berada di Malaysia, Jepang, Korea dan lain sebagainya yang keseluruhannya mencapai 200 ribu orang. Karena tenaga kerja inilah muncul anggapan dari bangsa lain bahwa Indonesia adalah Negara yang sangat miskin. Tapi benarkan Indonesia Negara miskin?

Kalau kita telusuri ternyata Indonesia bukanlah Negara yang miskin. Sumber daya alam yang tak terhingga jumlahnya, petambangan yang luar biasa seperti: minyak, emas, perak, batubara, alumunium dan sebagainya, laut yang terbentang luas dengan jutaan bahkan milyaran kekayaan alam yang terkandung didalamnya, tanah subur yang memungkinkan Indonesia menjadi Negara pertanian terbesar dunia. Sehingga tidak salah kalau kemudian mendapat gelar raksasa tidur. Terus kenapa di Negara kita yang tercinta masih banyak penganguran yang sampai-sampai lebih dari 200 ribu rakyatnya harus terlunta-lunta sebagai tenaga kerja diluar negeri?

Sekali-kali cobalah lihat Indonesia dari kesehariannya, seperti sepeda motor misalnya. Fenomena ini berbicara banyak bagi seorang ilmuan. Disitu tergurat karakter manusia Indonesia yang tidak sabar, senang jalan pintas, enggan meminta maaf, tidak mau mengalah dan mendahulukan kepentingan pribadi. Pengendara sepeda motor ini tidak segan-segan melaju diatas trotoar menyingkirkan pejalan kaki dan masuk ke jalan cepat (busway) ditambah lagi rasa gengsi yang berlebihan.

Maka tidak heran (dengan sifat-sifat tadi) lahan-lahan pertanian kosong, warung-warung kopi penuh, mall-mall penuh meskipun pada jam kerja, sumber kekayaan tidak diolah dengan baik. Disisi lain jalan pintas menuju kaya pun menjadi pilihan, menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri meskipun tanpa skill menjadi idaman, korupsi uang rakyat menjadi alternative. Sehingga tidak heran jika Indonesia menjadi Negara terkorup ke-147 dari 179 negara menurut data Transparency International tahun 2007.

Bagi Mahasiswa diluar negeri sering sekali diejek dengan pertanyaan :”Apakah ada mobil di Indonesia?”  yang seakan-akan Indonesia adalah Negara miskin yang tidak sanggup membeli mobil.

Tidak usah kita bandingkan Indonesia dengan Negara lain yang sudah maju. Cukuplah kita bandingkan dengan Negara Mesir yang terkenal dengan Negara miskin. DiMesir harga bensih hanya 1 Pound (Rp 1700)per liter padahal harga air minum aqua saja sekarang 1.5 Pounds per liternya. Coba bandingkan dengan Indonesia yang harga bensin sudah melebihi Rp 5000. Contoh lain dalam segi pertanian. Meski lebih dari 2/3 wilayah mesir adalah padang pasing yang tandus, tetapi mereka berhasil mengolah sektor pertanian di sepanjang sungai Nill dengan baik yang menghantarkan Mesir menjadi negera arab terbaik dalam sektor pertanian. Sampai-sampai pada tahun 2005 menarik perhatian anggota DPR RI untuk mengadakan penelitian. Sangat aneh, Bukankah mesir yang seharusnya datang keIndonesia dan bukan sebaliknya.

Negara kaya seperti Indonesia, rakyatnya tidak akan sengsara kalau bukan karena kezaliman penguasanya dan kejauhan penduduknya dari Sang pencipta. Bukankah Allah telah berfirman yang artinya:”

Dan Allah telah membuat sebuah perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. Tetapi penduduknya mengingkari nikmat Allah. Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat”.

Sekaranglah saatnya kita berbenah diri. Berkaca 10% kebelakang dan berfikir 90% kedepan. Dengan harapan Indonesia bisa bangun dan bangkit dari tidur yang telah berkepanjangan.

 

Cairo, 03-02-2008

3 comments on “Sang Raksasaku, Bangkitlah!

  1. ulfaw
    December 10, 2008

    yapz..indonesia yg begitu luas nkaya…hehe mg orang2nya bisa merasa bahwa tanpa andilnya indonesia hanya sebuah nama yg mungkin dkira sbuah kota..hehe (ingat kta2 Nadine Sang Putri Indonesia…jd malu..bih..)” indonesia is a beautifull city”..glodak!pdahal ni yang bicara dalah seorang utusan Indonesia di kancah internasional ..ya tp maklum ajangnya bukan olimpiade2 g2…
    mari sma2 mmulai dari diri kita, meskipun sdikit perubhan smg bisa mambwa pada kbaikan amin

  2. fathur
    February 12, 2009

    Semua negara menhina kita
    Kita saling hina sesama kita
    Maka beginilah jadinya kita.
    sampai kapan seperti ini kita

  3. kozam
    February 13, 2009

    Saya berharap tulisan diatas tidak diartikan sebagai bentuk dari penghinaan terhadap negaraku tercinta, tapi sedang berusaha melihat seperti apa sebenarnya negara indonesia kemudian berusaha untuk memperbaikinya sebesar kemampuan yang dimiliki. Mari kita bangkit dan berbenah diri. Kalau kita tidak bisa merubah sebuah negara, maka marilah kita memperbaiki diri kita, keluarga kita, masyarakat kita mudah2x suatu saat nanti perjuanan bisa membuahkan hasil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 3, 2008 by in Curhat.

Imam Malik berkata:

” Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia telah fasiq, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran”.

Top Rated

Blog Stats

  • 74,998 hits
%d bloggers like this: